Hanya 12 Anggota DPRD, Amini Aspiratif Warganya
Buntok, Elang Barito.com
Ketika warga Barito Selatan mengalami kezaliman selama dua (2) bulan menjerit, menangis dan menderita lalu teriak menuju rumah wakil rakyat (renovasi tanpa akhir) yang megah, mahal dan tempat duduknya para wakil masyarakat Barito Selatan yang bergaji besar ujar babam sedikit mengkritisi.
Teriakan ini tepat adanya karena di sampaikan dengan elegan oleh tujuh (7) pemuda yang gagah berani membela kepentingan warga masyarakat Barito Selatan tanpa (mungkin) pamrih ujarnya lagi.
Yang mana pemadaman listrik masiv selama dua (2) bulan, selama satu (1) hari satu (1) malam bisa sampai empat (4) kali pemadaman tanpa keterangan dan entah apa sebabnya terang babam kesal.
Tentu hal ini sangat-sangatlah merugikan ekonomi warga masyarakat Barito Selatan sebagaimana orasi yang di sampaikan oleh salah satu (1) pendemo dalam menyampaikan orasi pendeknya di depan 12 anggota wakil rakyat (DPRD) yang hadir dan perduli juga berani tidak takut rugi menemui warga masyarakatnya, konsekuennya dalam berorasi atas masivnya pemadaman PLN sepihak yang tentu sangat merugikan semua pihak dan semua element masyarakat.
Sayangnya hanya 12 wakil rakyat yang berani dan perduli, mau mendengar orasi masyarakat, tidak takut (rugi) bertemu masyarakatnya ujar babam cukup antusias. Melihat riil yang ada saat demo itu berlangsung aman kondusif terkendali tidak juga masyarakat datang minta uang.
Kita masyarakat datang ke gedung dewan toch tidak minta uang ujar babam liar dan pesimis.
Anggota dewan yang lain yang tidak hadir mungkin takut rugi atau tidak mau mendengar aspiratif masyarakatnya, sehingga lebih memilih tidak turun atau makan gaji buta saja di rumah karena ambil sikap aman, tidak rugi dan tidak sumpex memikir orasi warga yang perduli, berani dan memihak kepada masyarakat tambahnya lebih kritisi dan tendensius me.
Kalau memang buhan PLN wani ayo tanda tangan sikap tanggung jawabnya ujar Haji Irawansyah, SH, MM anggota dewan yang dulu pernah jadi ketua DPRD dan juga jadi wakil bupati kabupaten Barito Selatan kental bahasa daerah banjarnya di depan para orasi dan pimpinan PLN, marah dan menantang sikap namun garang menggetarkan aula dewan yang megah itu ambil perduli.
Buntok, senin.03.08.2026 orasi yang di sampaikan oleh tujuh pemuda pemberani Barito Selatan hanya di sambut dua (2) wakil ketua dan sepuluh (10) anggota dewan lainnya, tanpa ketua DPRD yang menurut salah satu dewan saat di bincangi. Menurutnya ketua DPRD saat ini tanpa hadir tanpa keterangan jelasnya lagi.
Walaupun penyampaian Aspiratif itu hampir tidak memenuhi courum atau 2/3 kehadiran anggota seharusnya tambahnya.
Karena ini sipatnya menampung aspiratif masyarakat saja, maka bisa di sebut berlaku saja karena di samping kami menampung aspiratif, kami juga memberi wadah untuk bertemunya sebuah kesepakatan yang pada ujungnya untuk kepentingan orang banyak/masyarakat tambahn7a yang di iyakan babam sedikit teoritisme menutup perbincangannya sembari minta di catat
“Hanya 12 orang anggota dewan terhormat saja yang hadir bersama masyarakatnya tutupnya.
(Tim elang Barito Barsel)










