Pelansir Mengular Panjang Bukti Penegak Hukum Kalah.

Buntok, Elang Barito.com.Ketika Hukum letoi tak berguna di mata masyarakat, maka berkuasalah para begal BBM, sehingga harga pertalite di kios kios pinggiran jalanpun jadi melambung naik sebesar 40-100% terang Ani sebut saja demikian namanya, dia seorang ma, ma sedikit frustasi akibat sulitnya mendapat bbm pertalite di SPBU kota Buntok lantaran di penuhi para pelansir melulu katanya.
Menurutnya BBM di SPBU cuma Rp.10.000 perliternya tapi begitu di tangan para begal BBM naik jadi Rp.14.000 sampai Rp.20.000 perliternya terangnya sangat kecewa.
Namun menurut salah seorang pelansir motor sebut saja roma begitu redaksi panggil namanya, mereka juga tidak bisa lagi menggunakan motor laki yang tangki BBM-nya agak besar melebihi 10 literan, ini ketentuan dari SPBU jelasnya lagi.
Kami di batasi ujarnya lirih, lantaran melansir merupakan pekerjaan pokok dalam menopang hidup sehari hari katanya.
walaupun kami sesingguhnyabisa mengisi BBM pertalite itu berulang ulang terangnya pula.
Namun yang jadi aneh katanya mengapa para pelansir yang menggunakan mobil dengan tangki besar bahkan di modifikasi aman-aman saja komplinnya dan minta untuk di tulis. “Tulis itu” katanya.
Walaupun mereka mengular panjang, namun apakah mereka tiap hari melakukan perjalanan jauh sehingga dia datang mengisi pertalite tiap hari juga bahkan ke tiga SPBU yang ada di Buntok di gilirnya dengan tangki modivikasinya?? Ujarnya penuh tanda tanya. Seharusnya yang mereka catat meter mobilnya jangan cuma barkotnya jelasnya lagi. apa benar minyaknya habis sesuai dengan penambahan Amper kilometernya atau di sedot dan di jual lagi, bahkan di jualnya sampai ke timpah sebab di sana pertalite di jual eceran mahal bisa mencapai 20ribu perliternya jelasnya lebih lengkap lagi.
Saat di tanyain apakah mereka pernah terjaring razia dari petugas karena plat nomor polisinya mati atau palsu dengan bentuk motor yang hampir tidak layak pakai itu,
jawabnya singkat “tidak pernah” terangnya pula.
Menurut seorang aktivistis muda dari bumi Batuah yang sempat di bincangi kamis, 02.07.2026 menyebutkan seharusnya ada penertiban yang kontinuitas dari polisi lantas yang berkompetensi guna memberi rasa adil bagi masyarakat pelansir dan umum agar tidak terganggu akan kebutuhan sosial, akan BBM pertalite biar kondusif tidak saling adu cepat dan merampas hak yang lainnya.
Sebab selama ini mereka yang paling berkompetensi terkesan “mereka tidur dan tidak perduli” sehingga kesembrawutan ini terbiarkan.
Apa mereka tertidur atau tidak berbakat jadi pemegang amanah di tengah kesulitan masyarakat atau mereka sudah mati rasa dalam keperduliannya semua allahualam ujarnya menyudahi perbincangannya yang penuh kritikan terpedas.

Begitulah bila kita punya pengambil kebijakan yang hati nuraninya sudah mati jelasnya lagi sangat pesimis.
Sayang hal itu tidak bisa di kompirmasikan baik dengan spbu maupun dengan pihak polres sampai berita ini di tayangkan. sebab di duga ada pilih pilih tamu sehingga penulis selalu di kondisikan dan sulit bertemu untuk melengkapi berita update

Bersambung..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *